SKK Konstruksi bisa dicabut jika perusahaan terbukti melanggar aturan, tidak memenuhi standar kompetensi, atau melakukan pelanggaran berulang. Bagi tenaga kerja SKK Konstruksi bisa dicabut Ketika tenaga kerja melakukan pelanggaran etika profesional, ketidakpatuhan terhadap standar keselamatan, dan praktik tidak profesional yang membahayakan keselamatan proyek konstruksi. Konsekuensi dari dicabutnya SKK konstruksi yaitu berdampak pada peluang kerja, kredibilitas professional, hingga reputasi di industri konsruksi.
Pencabutan SKK Konstruksi dilakukan oleh Lembaga berwenang untuk memastikan integritas dan kualitas tenaga kerja konstruksi. Prosedur ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme pengawasan, tetapi juga sebagai instrumen penjaminan mutu dan keselamatan dalam sektor konstruksi. Proses pencabutan SKK konstruksi melibatkan serangkaian tahapan administratif dan investigasi yang ketat. Lembaga sertifikasi akan melakukan verifikasi mendalam sebelum menjatuhkan putusan pencabutan sertifikat keahlian. Bagi Tenaga kerja yang menghadapi pencabutan SKK, terdapat beberapa prosedur dan strategi pemulihan yang bisa dilakukan untuk mendapatkan Kembali sertifikasi keahliannya.

